Minggu, 05 Januari 2014

Is it really hard to write something ?



Heyy.. Lemme ask you something..

Untuk apa sih blog di buat? biar kalian mau nulis..
Blog itu bisa jadi pembiasaan saja sayang. Supaya kalian terbiasa. Karena bisa itu awalnya karena biasa.
Gak perlu malu untuk ungkapkan apa yang ingin kalian ungkap dan tuliskan apa yang ingin kalian tulis. Paksa jika perlu. Bukankah hanya diri kita sendiri yang bisa memaksa untuk jadi lebih baik?

Beropini kok malu.. berbagi kok malu.
Malu itu pantasnya kalau kamu copy paste waktu bikin makalah. Malu itu pantasnya kalau kamu masih saja nyontek waktu dapet soal esay.

Masyarakat kita kini mulai mengalami pergeseran budaya. Dulu masyarakat kita membangun sebuah budaya menulis. Kini masyarakat kita menganut budaya baru yaitu : meng-edit tulisan.

Mau sampai kapan kalian berkontribusi mengembangkan budaya baru ini ?
 
***

Jika dulu ada Buya Hamka, ada Mohammad Hatta, Marah Rusli, Hadjar Dewantara, Kartini, Pramudya Ananta Toer,.. see?.. dulu diantara terbatasnya kaum berpendidikan, mereka yang bisa baca tulis berusaha menyumbangkan opininya melalui tulisan. Berusaha membagi apa yang bisa ia bagi melalui tulisan. Menyebar ilmu melalui tulisan. Ada yang langsung menulis opininya tanpa tedeng aling-aling. Ada yang mengungkapkannya lewat berbagai cara, puisi, lagu bahkan novel. Novel, cerita, kisah yang mengalir dari jemari Marah Rusli dan Pram, apakah itu fiksi belaka? Apakah itu rekaan belaka?
Bukan. Itu adalah bentuk transformasi dari opini mereka. Bentuk yang mereka pilih untuk mengungkapkan apa yang mereka tahu, apa yang mereka rasakan dan apa yang ingin disampaikan.

Pernah gak kalian baca novel atau cerita.. kemudian ditengah cerita kalian tiba-tiba berfikir :
"Eh, kok bisa gitu sih?"
"Eh, kok penulise iso mikir tekan kono sih?"
"Waah ceritanya unexpected"
Tulisan itu adalah cerminan seberapa dalam wawasan si penulis. Lalu apakah mereka dengan instan begitu saja bisa menulis? Wawasan mengalir begitu saja? Tidak.
Wawasan yang luas itu didapat dari banyak membaca, banyak mengobservasi, banyak mengasah kepekaan. Nah, makin ribet kan? Memang.. karena itu kalau kamu nunggu wawasanmu luas dulu baru mau nulis... Yowes. Keburu lebaran kucing ("-_-)

Lagi pula.. segala didunia ini punya tahapan. Gak ada yang instan. Buat makan mie instan pun juga ada langkah-langkahnya. Gak ada yang sekali jadi langsung sempurna. Butuh latihan. Butuh waktu.

Rata-rata penulis punya awal langkah yang sama : Menulis jurnal harian pribadi a.k.a diary.
Apa sih isinya diary? yaa cuma curahan kegalauan, curahan rasa sehari-hari. Rasa manis, asam, asin, pedih, bahagia, derita, tawa, tangis, apapun itu. Semua orang mengalaminya..
Lalu mengapa harus menulis..?
Karena menulis itu melatih kita untuk menyampaikan rasa. Menulis itu menguatkan memori. Menulis itu mengasah kemampuan dan menjadikan kita tahu, seberapa jauh kita bisa mengolah rasa dalam rangkaian kata. 

Berawal dari kata-kata sederhana, berawal dari kegalauan dan harapan yang singkat dan biasa.. suatu hari..pasti bisa. Aku selalu percaya bahwa keajaiban dalam merangkai kata bisa hadir bahkan dari seorang buta huruf sekalipun. Karena tak ada yang mustahil saat kita percaya dan mau berusaha.

av

2 komentar:

Total Pageviews

Diberdayakan oleh Blogger.

Popular Posts

Formulir Kontak